Kamis, 17 September 2015

Doa Anti Miskin



Imam Al Hakim At Turmudzi dalam kitab Haditznya Nawadirul Usul diceritakan bahwa suatu hari Nabi kedatangan seorang tamu yaitu shohabat Abu Dzarin. Disaat Nabi sedang berbincang-bincang dengan Abu Dzar, datanglah malaikat Jibril. Nabi Muhammad SAW melihat malaikat Jibril, sedangkan shohabat Abu Dzarin tidak melihat malaikat Jibril. 

Kemudian Rasulullah ingin memperkenalkan Abu Dzar kepada Malaikat Jibril. 
Ya Jibril, apa engkau sudah kenal dengan shohabatku yang bernama Abu Dzar ini?

Jawab Jibril: Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa shohabatmu ini lebih dikenal para malaikat di langit.

Rasulullah bertanya: Apa rahasianya ya Jibril, kenapa bisa Abu Dzar ini lebih dikenal di kalangan malaikat?

Jawab Jibril: Karena shohabat Abu Dzar punya satu doa yang isinya sepuluh kalimat yang di baca setiap habis sholat.

Rasulullah kemudian bertanya kepada Abu Dzar: Ya Abu Dzar, apakah engkau punya doa yang isinya 10 kalimat? 
Kata Abu Dzar: Iya ya Rasulullah, sebenarnya doa itu dari engkau Ya Rasulullah hanya aku gabung-gabungkan saja.

Kemudian Rasulullah meminta Abu Dzar untuk membaca doa tersebut. Setelah Abu Dzar membaca doa tersebut Rasulullah berkata: Seluruh umatku harus hafal doa ini.
Rasulullah juga mengatakan bahwa orang yang membaca doa ini 1 kali sehabis sholat, imannya akan bertambah kuat, ilmunya akan bermanfaat, kalo sholat hatinya akan khusuk, terhindar dari berbagai penyakit, tangannya diatas terus, tidak akan miskin.

Ketika Rasulullah menerangkan hal ini Jibril berkata: Ya Rasullah surga rindu dengan orang yang membaca doa ini.

Berikut doanya:
Allahumma inni as aluka imaanan daima
wa as aluka qolban khosia
wa as aluka 'ilman nafia
wa as aluka yaqiinan shodiqo
wa as aluka diinan qoyima
wa as alukal 'afiyah min kulli baliyah
wa as aluka tamaamal 'afiyah
wa as aluka dawaamal 'afiyah
wa as alukal syukro 'alal 'afiyah
wa as alukal ghina 'aninnaas

doa ini saya peroleh dari tausiyahnya Ustad Sholeh Basalamah di majelisnya Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau mendapat doa ini dari gurunya almarhum al maghfurlah Sayid 'Alawi Al Maliki.

Berikut arti dari doa tersebut di atas yang diterjemahkan oleh Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsi.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadamu iman yang langgeng
dan aku meminta kepadamu hati yang khusuk
dan aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat
dan aku meminta kepadamu keyakinan yang benar-benar
dan aku meminta kepadamu agama yang lurus
dan aku meminta kepadamu selamat dari semua musibah
dan aku meminta kepadamu kesehatan yang sempurna
dan aku meminta kepadamu kesehatan yang terus-menerus
dan aku meminta kepadamu bersyukur atas kesehatan yang diberikan
dan aku meminta kepadamu sikap tidak butuh (tidak bergantung) kepada manusia



Rabu, 26 Agustus 2015

RUKUN KHOTBAH JUM'AT

Ada 5 hal yang menjadi rukun khotbah Jum'at:

1. Memuji Allah dengan kalimat "Al Hamdu..." di khotbah pertama dan kedua
2. Mengucapkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW di khotbah pertama dan kedua
3. Menyampaikan wasiat taqwa di khotbah pertama dan kedua
4. Membaca ayat Al-Qur'an di salah satu khotbah
5. Mendoakan kaum muslimin muslimat di khotbah kedua

Jumat, 09 Januari 2015

Cara Menghilangkan Najis Sedang

Najis Sedang ada dua, yaitu najis sedang yang kelihatan dan najis sedang yang tidak kelihatan najisnya. Untuk najis sedang yang kelihatan cara mensucikannya dengan menghilangkan 3 unsur sifat, yaitu warna, rasa dan bau. 

Misalkan terkena noda darah kambing, maka warna, rasa dan bau dari darah kambing tadi harus dihilangkan. Kalau susah sekali hilangnya dari ketiga unsur tersebut, misalnya warna dan rasanya sudah hilang, tetapi masih ada sedikit baunya, maka najisnya dimaafkan artinya sudah dianggap suci. Atau mungkin rasa dan baunya sudah hilang, tetapi bekas darahnya masih belum hilang, maka juga dianggap sudah suci.

Tetapi kalau yang hilang warna dan baunya tetapi rasanya masih ada, maka harus terus diupayakan untuk menghilangkannya. karena jika rasanya masih ada tidak dimaafkan atau belum dianggap suci. Tetapi jika memang sudah diupayakan dengan segala cara tetap tidak bisa hilang rasanya, ya pada akhirnya dimaafkan juga. Tetapi kita tidak boleh menggampangkannya. 

Kemudian bagaimana dengan najis sedang yang tidak kelihatan.
Misalnya ada anak kecil ngompol dilantai, kemudian air kencingnya dibersihkan atau dilap dengan kain sehingga sampai tidak kelihatan lagi bekas air kencingnya. Tetapi tempat yang terkena air kencing tadi masih tetap najis, meskipun sudah tidak ada air kencingnya. Kenapa masih dianggap najis?..karena  belum disucikan.

Lalu cara mensucikannya bagaimana? 
Caranya cukup disiram dengan air sampai mengaliri semua bagian lantai yang terkena air kencing tadi. Setelah disiram air maka lantai tersebut sudah dianggap suci. Lalu genangan air yang dipakai untuk menyiram tadi sudah dianggap suci. Jadi bisa langsung dipel.

Jika belum disiram tapi dipel pakai kain pel bagaimana?
Maka lantainya masih tetap najis. Jika diteruskan untuk mengepel seluruh lantai rumah, maka seluruh rumah jadi najis lantainya.  Maka jika mau dipel harus disiram dulu bagian lantai yang terkena najis tadi.

Jika air kencingnya masih ada dan langsung disiram pake air bagaimana?
Kalau air kencingnya masih ada maka air yang disiramkan jadi ikut najis. Nantinya jadi rata kemana-mana najisnya. Jadi harus dihilangkan dulu wujud najisnya, dalam hal ini air kencingnya harus dihilangkan dulu pakai kain. Setelah air kencingnya hilang, lantainya kan jadi sudah bersih dari air kencing, tetapi belum suci. Nah untuk mensucikannya dengan disiram air. Setelah disiram maka lantai sudah dianggap suci.
 

Selasa, 30 Desember 2014

Bagaimana agar kita dapat bersyukur?

Bagian 2

Agar dapat selalu melihat kepada keadaan orang lain yang berada di bawah kita, maka pusatkanlah perhatian kita kepada apa yang kita miliki dan jangan pernah memusatkan perhatian kepada apa yang belum atau tidak kita miliki bahkan milik orang lain. Jika kita telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap dan pasangan yang terbaik akan tetapi tetap masih merasa kurang, sebabnya adalah karena pikiran kita dipenuhi berbagai keinginan yang belum kita peroleh.
Rumah sudah ada, akan tetapi kita terobsesi oleh rumah yang lebih besar dan indah, mobil mewah serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita menginginkan ini dan itu. Bila tak mendapatkannya, kita terus memikirkannya. tetapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak merasa puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.

Ada sebuah cerita mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tidak dapat membeli sepatu padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore si kakek melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Jika seseorang yang tidak memiliki kaki bisa ceria, mengapa aku yang memiliki kaki sempurna bersedih dan berkeluh kesah hanya karena belum memiliki sepatu baru? 


Jumat, 26 Desember 2014

Bagaimana agar kita dapat bersyukur?

Bagian 1

Syukur merupakan sikap hati yang terpenting. Dengan bersyukur, seseorang akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram dan bahagia. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat bersyukur atas berbagai nikmat yang Allah berikan?

Pertama, dengan mengingat-ingat dan menyebutkan berbagai nikmat Allah yang ada pada diri kita. Catatlah berbagai nikmat Allah yang kita rasakan di dalam sebuah buku. Dengan demikian kita akan menyadari bahwa sesungguhnya selama ini kita telah merasakan banyaknya nikmat Allah, walaupun sebenarnya apa yang kita sebutkan dan tuliskan itu baru sebagian kecil saja dari nikmatNya yang kita sadari dan kita ketahui.
Dengan mengingat dan menyebut berbagai nikmat dari Allah yang kita rasakan, maka kita akan lebih menyadari betapa Allah mencintai kita. Kita juga akan merasakan bahwa diri kita senantiasa berada dalam limpahan karuniaNya. 
Seseorang yang merasa bahwa hidupnya belum beruntung, penuh dengan kesialan dan penderitaan, maka cara  ini cocok untuk dilakukan. Karena jika orang-orang seperti ini terus mengeluh dan terus saja mengeluh, maka mereka akan semakin jauh dari nikmat Allah.

Kedua, di dalam urusan dunia, melihatlah ke bawah, bandingkan lah kondisi kita dengan orang lain yang keadaannya di bawah kita dan lebih menderita dari kita, misalnya orang-orang yang lebih miskin, lebih bodoh, lebih sakit, lebih buruk dan sebagainya. Bersyukurlah karena kita memiliki pekerjaan, sementara banyak orang yang terpaksa harus mengemis untuk hidup. Bersyukurlah karena kita dapat mengenyam pendidikan yang layak, sementara masih banyak orang yang membaca pun tidak bisa. Bersyukurlah kita masih dapat makan tiga kali dalam sehari, sementara di belahan dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kekurangan gizi juga kelaparan. Bersyukur karena kita masih dapat bernafas dengan bebas, sementara banyak orang yang tengah terbaring sakit, yang untuk bernafas saja dirinya memerlukan bantuan alat atau mesin.
 
Bersambung...