Jumat, 18 Mei 2018

FIQIH PUASA

Syaratnya Sah Berpuasa
1. Islam
2. Berakal
3. Suci dari Haid dan Nifas
4. Puasa di Waktu yang dibolehkan

Syaratnya Wajib Berpuasa
1. Islam
2. Baligh & berakal
3. Mampu mengerjakan puasa
4. Muqim

Rukun Puasa
1. Niat di malam harinya
2. Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa

Hal-hal yang membatalkan puasa
1. Masuknya sesuatu ke rongga tubuh
2. Muntah dengan sengaja
3. Bersetubuh meski tidak keluar mani
4. Keluar mani dengan sengaja meski tidak dengan bersetubuh
5. Haid
6. Nifas
7. Melahirkan
8. Hilang akal (gila / pingsan seharian)
9. Murtad

5 Hal yang menghilankan pahala puasa
1. Dusta
2. Ghibah
3. Namimah
4. Sumpah palsu
5. Melihat lawan jenis dengan syahwat

Selasa, 01 Desember 2015

Lupa Bersyukur

Ada sebuah kisah seorang kakek berumur 70 tahun sedang mengidap penyakit yang menyebabkan dia susah buang air seni. Si kakek pun pergi ke dokter untuk berobat. Oleh dokter kakek diberitahu bahwa penyakitnya bisa disembuhkan dengan cara dioperasi. Kakek pun setuju untuk dilakukan operasi demi kesembuhan penyakit yang dideritanya, karena penyakit itu sudah beberapa hari menyebabkan rasa sakit yang luar biasa saat harus buang air seni tapi tidak bisa keluar.

Setelah operasi selesai, dan si kakek berangsur membaik keadaannya, sang dokter menemui kakek itu dan memberikan tagihan biaya operasi. Melihat kwitansi yang disodorkan oleh dokter, kakek mulai menitikkan air mata dan menangis. Sang dokter yang melihat si kakek menangis mengatakan bahwa jika biaya operasi tersebut terlalu tinggi, mereka masih bisa membicarakannya.

Si kakek pun menjawab: "bukan besarnya biaya di kwitansi ini yang membuat saya menangis dokter, tetapi selama 70 tahun Allah menjadikan saya mudah untuk membuang air seni dan tanpa rasa sakit, tetapi Dia tidak pernah mengirimkan tagihan kepada saya. Dan saya pun lupa untuk mensyukurinya"

Inilah gambaran kebanyakan dari kita, sering kali lupa dengan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Bahkan seringkali kita lupa dengan apa yang kita miliki, sehingga kita lupa untuk bersyukur. Kita akan ingat kalo kita memiliki sesuatu ketika sesuatu itu hilang atau diambil orang lain. 

Semoga kita dijadikan orang-orang yang selalu bersyukur dan diberi kemudahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Aamiin...

Kamis, 19 November 2015

API NERAKA

Di dunia ini ada api yang warnanya merah,
bisa buat masak, bikin mie rebus...
ada api yang warnanya biru,
bisa buat ngelas..motong besi...


kalo besok di neraka apinya warnanya hitam...
bahan bakarnya batu dan manusia
kalo ada satu pletikan yang jatuh ke bumi dan menimpa gunung
maka langsung hancur dan rata gunung itu


nah kalo manusia kena itu langsung mati, mungkin masih enak
tapi kalo di neraka gak ada matinya,
gosong...sehat lagi...gosong lagi...sehat lagi
hancur...utuh lagi...hancur lagi...utuh lagi


ya Allah...
ampuni dosa-dosa kami
rahmatilah kami
jauhkan kami dari neraka-Mu
aamiin...

Rabu, 14 Oktober 2015

Kesabaran

Kesabaran itu tidak ada batasnya...
Kita sendiri yang membatasi kesabaran itu,
kesabaran itu letaknya di hati,
tergantung seberapa luas hati kita mampu menampung kesabaran itu,

jika ada yang mengatakan "sudah habis kesabaranku..."
berarti sebesar itulah hatinya mampu menampung kesabaran...

maka orang2 sholeh dan para orang tua sering berdoa untuk diberi kelapangan hati,
berdoa meminta diberi keluasan hati seluas samudra,
kalo orang jawa bilang "dadio wong sing jembar atine..."

Kalo hati kita lapang, kita tidak mudah sumpek,
semua masalah yang ada, tidak akan membuat kita sumpek

ibarat kalo kita punya gudang yang luas,
berapa pun barang yang masuk kita tidak ada bingung,
karena tempatnya luas, jadi mudah mengaturnya

bahkan kalo ada barang yang rusak atau jelek diantara barang2 itu
kita tidak bingung, karena masih banyak tempat untuk memisahkan barang rusak tersebut 

dari barang yang baik, sehingga tidak mengotori barang yang baik...

Bagaimana jika banyak barang yang kotor di gudang kita,
maka kita harus rajin membersihkannya

lalu bagaimana membersihkan hati kita?
Dengan banyak berdzikir dan mohon ampunan kepada Allah

Semoga kita diberi kelapangan hati yang selapang-lapangnya

diampuni dosa2 kita dan dihilangkan segala kesumpekan dari hati kita

aamiin..

Kamis, 17 September 2015

Doa Anti Miskin



Imam Al Hakim At Turmudzi dalam kitab Haditznya Nawadirul Usul diceritakan bahwa suatu hari Nabi kedatangan seorang tamu yaitu shohabat Abu Dzarin. Disaat Nabi sedang berbincang-bincang dengan Abu Dzar, datanglah malaikat Jibril. Nabi Muhammad SAW melihat malaikat Jibril, sedangkan shohabat Abu Dzarin tidak melihat malaikat Jibril. 

Kemudian Rasulullah ingin memperkenalkan Abu Dzar kepada Malaikat Jibril. 
Ya Jibril, apa engkau sudah kenal dengan shohabatku yang bernama Abu Dzar ini?

Jawab Jibril: Wahai Rasulullah, ketahuilah bahwa shohabatmu ini lebih dikenal para malaikat di langit.

Rasulullah bertanya: Apa rahasianya ya Jibril, kenapa bisa Abu Dzar ini lebih dikenal di kalangan malaikat?

Jawab Jibril: Karena shohabat Abu Dzar punya satu doa yang isinya sepuluh kalimat yang di baca setiap habis sholat.

Rasulullah kemudian bertanya kepada Abu Dzar: Ya Abu Dzar, apakah engkau punya doa yang isinya 10 kalimat? 
Kata Abu Dzar: Iya ya Rasulullah, sebenarnya doa itu dari engkau Ya Rasulullah hanya aku gabung-gabungkan saja.

Kemudian Rasulullah meminta Abu Dzar untuk membaca doa tersebut. Setelah Abu Dzar membaca doa tersebut Rasulullah berkata: Seluruh umatku harus hafal doa ini.
Rasulullah juga mengatakan bahwa orang yang membaca doa ini 1 kali sehabis sholat, imannya akan bertambah kuat, ilmunya akan bermanfaat, kalo sholat hatinya akan khusuk, terhindar dari berbagai penyakit, tangannya diatas terus, tidak akan miskin.

Ketika Rasulullah menerangkan hal ini Jibril berkata: Ya Rasullah surga rindu dengan orang yang membaca doa ini.

Berikut doanya:
Allahumma inni as aluka imaanan daima
wa as aluka qolban khosia
wa as aluka 'ilman nafia
wa as aluka yaqiinan shodiqo
wa as aluka diinan qoyima
wa as alukal 'afiyah min kulli baliyah
wa as aluka tamaamal 'afiyah
wa as aluka dawaamal 'afiyah
wa as alukal syukro 'alal 'afiyah
wa as alukal ghina 'aninnaas

doa ini saya peroleh dari tausiyahnya Ustad Sholeh Basalamah di majelisnya Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf. Beliau mendapat doa ini dari gurunya almarhum al maghfurlah Sayid 'Alawi Al Maliki.

Berikut arti dari doa tersebut di atas yang diterjemahkan oleh Habib Muhammad bin Husein bin Anis Al Habsi.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadamu iman yang langgeng
dan aku meminta kepadamu hati yang khusuk
dan aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat
dan aku meminta kepadamu keyakinan yang benar-benar
dan aku meminta kepadamu agama yang lurus
dan aku meminta kepadamu selamat dari semua musibah
dan aku meminta kepadamu kesehatan yang sempurna
dan aku meminta kepadamu kesehatan yang terus-menerus
dan aku meminta kepadamu bersyukur atas kesehatan yang diberikan
dan aku meminta kepadamu sikap tidak butuh (tidak bergantung) kepada manusia



Rabu, 26 Agustus 2015

RUKUN KHOTBAH JUM'AT

Ada 5 hal yang menjadi rukun khotbah Jum'at:

1. Memuji Allah dengan kalimat "Al Hamdu..." di khotbah pertama dan kedua
2. Mengucapkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW di khotbah pertama dan kedua
3. Menyampaikan wasiat taqwa di khotbah pertama dan kedua
4. Membaca ayat Al-Qur'an di salah satu khotbah
5. Mendoakan kaum muslimin muslimat di khotbah kedua

Jumat, 09 Januari 2015

Cara Menghilangkan Najis Sedang

Najis Sedang ada dua, yaitu najis sedang yang kelihatan dan najis sedang yang tidak kelihatan najisnya. Untuk najis sedang yang kelihatan cara mensucikannya dengan menghilangkan 3 unsur sifat, yaitu warna, rasa dan bau. 

Misalkan terkena noda darah kambing, maka warna, rasa dan bau dari darah kambing tadi harus dihilangkan. Kalau susah sekali hilangnya dari ketiga unsur tersebut, misalnya warna dan rasanya sudah hilang, tetapi masih ada sedikit baunya, maka najisnya dimaafkan artinya sudah dianggap suci. Atau mungkin rasa dan baunya sudah hilang, tetapi bekas darahnya masih belum hilang, maka juga dianggap sudah suci.

Tetapi kalau yang hilang warna dan baunya tetapi rasanya masih ada, maka harus terus diupayakan untuk menghilangkannya. karena jika rasanya masih ada tidak dimaafkan atau belum dianggap suci. Tetapi jika memang sudah diupayakan dengan segala cara tetap tidak bisa hilang rasanya, ya pada akhirnya dimaafkan juga. Tetapi kita tidak boleh menggampangkannya. 

Kemudian bagaimana dengan najis sedang yang tidak kelihatan.
Misalnya ada anak kecil ngompol dilantai, kemudian air kencingnya dibersihkan atau dilap dengan kain sehingga sampai tidak kelihatan lagi bekas air kencingnya. Tetapi tempat yang terkena air kencing tadi masih tetap najis, meskipun sudah tidak ada air kencingnya. Kenapa masih dianggap najis?..karena  belum disucikan.

Lalu cara mensucikannya bagaimana? 
Caranya cukup disiram dengan air sampai mengaliri semua bagian lantai yang terkena air kencing tadi. Setelah disiram air maka lantai tersebut sudah dianggap suci. Lalu genangan air yang dipakai untuk menyiram tadi sudah dianggap suci. Jadi bisa langsung dipel.

Jika belum disiram tapi dipel pakai kain pel bagaimana?
Maka lantainya masih tetap najis. Jika diteruskan untuk mengepel seluruh lantai rumah, maka seluruh rumah jadi najis lantainya.  Maka jika mau dipel harus disiram dulu bagian lantai yang terkena najis tadi.

Jika air kencingnya masih ada dan langsung disiram pake air bagaimana?
Kalau air kencingnya masih ada maka air yang disiramkan jadi ikut najis. Nantinya jadi rata kemana-mana najisnya. Jadi harus dihilangkan dulu wujud najisnya, dalam hal ini air kencingnya harus dihilangkan dulu pakai kain. Setelah air kencingnya hilang, lantainya kan jadi sudah bersih dari air kencing, tetapi belum suci. Nah untuk mensucikannya dengan disiram air. Setelah disiram maka lantai sudah dianggap suci.
 

Selasa, 30 Desember 2014

Bagaimana agar kita dapat bersyukur?

Bagian 2

Agar dapat selalu melihat kepada keadaan orang lain yang berada di bawah kita, maka pusatkanlah perhatian kita kepada apa yang kita miliki dan jangan pernah memusatkan perhatian kepada apa yang belum atau tidak kita miliki bahkan milik orang lain. Jika kita telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap dan pasangan yang terbaik akan tetapi tetap masih merasa kurang, sebabnya adalah karena pikiran kita dipenuhi berbagai keinginan yang belum kita peroleh.
Rumah sudah ada, akan tetapi kita terobsesi oleh rumah yang lebih besar dan indah, mobil mewah serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita menginginkan ini dan itu. Bila tak mendapatkannya, kita terus memikirkannya. tetapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak merasa puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.

Ada sebuah cerita mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tidak dapat membeli sepatu padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore si kakek melihat seseorang yang tidak mempunyai kaki, tetapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Jika seseorang yang tidak memiliki kaki bisa ceria, mengapa aku yang memiliki kaki sempurna bersedih dan berkeluh kesah hanya karena belum memiliki sepatu baru? 


Jumat, 26 Desember 2014

Bagaimana agar kita dapat bersyukur?

Bagian 1

Syukur merupakan sikap hati yang terpenting. Dengan bersyukur, seseorang akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram dan bahagia. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat bersyukur atas berbagai nikmat yang Allah berikan?

Pertama, dengan mengingat-ingat dan menyebutkan berbagai nikmat Allah yang ada pada diri kita. Catatlah berbagai nikmat Allah yang kita rasakan di dalam sebuah buku. Dengan demikian kita akan menyadari bahwa sesungguhnya selama ini kita telah merasakan banyaknya nikmat Allah, walaupun sebenarnya apa yang kita sebutkan dan tuliskan itu baru sebagian kecil saja dari nikmatNya yang kita sadari dan kita ketahui.
Dengan mengingat dan menyebut berbagai nikmat dari Allah yang kita rasakan, maka kita akan lebih menyadari betapa Allah mencintai kita. Kita juga akan merasakan bahwa diri kita senantiasa berada dalam limpahan karuniaNya. 
Seseorang yang merasa bahwa hidupnya belum beruntung, penuh dengan kesialan dan penderitaan, maka cara  ini cocok untuk dilakukan. Karena jika orang-orang seperti ini terus mengeluh dan terus saja mengeluh, maka mereka akan semakin jauh dari nikmat Allah.

Kedua, di dalam urusan dunia, melihatlah ke bawah, bandingkan lah kondisi kita dengan orang lain yang keadaannya di bawah kita dan lebih menderita dari kita, misalnya orang-orang yang lebih miskin, lebih bodoh, lebih sakit, lebih buruk dan sebagainya. Bersyukurlah karena kita memiliki pekerjaan, sementara banyak orang yang terpaksa harus mengemis untuk hidup. Bersyukurlah karena kita dapat mengenyam pendidikan yang layak, sementara masih banyak orang yang membaca pun tidak bisa. Bersyukurlah kita masih dapat makan tiga kali dalam sehari, sementara di belahan dunia yang lain banyak orang yang menjadi kurus kering dan kekurangan gizi juga kelaparan. Bersyukur karena kita masih dapat bernafas dengan bebas, sementara banyak orang yang tengah terbaring sakit, yang untuk bernafas saja dirinya memerlukan bantuan alat atau mesin.
 
Bersambung...

Jumat, 19 Desember 2014

Musibah Sebagai Solusi dari Allah

Suatu ketika sebuah kapal laut terhempas ombak kemudian menabrak batu karang dan hancur berkeping-keping. Hampir semua penumpang kapal tak tertolong nyawanya, kecuali seorang wanita separuh baya yang akhirnya terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Setiap hari ia berdoa mengharapkan pertolongan, tetapi tak ada satu pun kapal yang datang.

Setelah lelah menanti pertolongan yang tak kunjung datang, ia kemudian membangun sebuah pondok kecil dari kayu-kayu yang hanyut untuk berteduh dan menyambung nyawa. Suatu hari, setelah mencari makanan, ia pulang dan mendapati pondok kecilnya telah rata dengan tanah, habis terbakar. Ia berdiri terpaku diliputi perasaan sedih tak terkira. Ia pun kehilangan kesabarannya, putus asa dan protes kepada Allah. Ia berkata, "Ya Allah, sungguh Engkau tega berbuat demikian kepadaku. Gubuk satu-satunya, tempat bernaungku di kesunyian pulau ini pun Engkau izinkan terbakar habis..."

Malam itu ia tidur beratapkan langit dan berlenterakan bintang-bintang malam. Keesokan harinya, saat terbangun dari tidurnya, ia sangat terkejut karena ia mendengar suara kapan yang mendekati daratan. Ternyata kapal itu datang untuk menolongnya.

"Bagaimana kalian tahu aku berada di pulau ini?"
tanyanya kepada para penolong.

"Kami melihat asap yang kau kirimkan," jawab mereka.

Ternyata justru terbakarnya gubuk satu-satunya tempat bernaung wanita tersebut yang menjadi penyebab datangnya pertolongan Allah. Seandainya gubuk itu tidak terbakar, maka mungkin ia tidak akan tertolong dan tinggal di pulau itu sendirian.

Kita sebagai hamba, sudah seharusnya kita berpikir positif dan berprasangka baik kepada Allah atas musibah yang menimpa diri kita.

Sumber: 
SYUKUR
Bahagia Tanpa Henti
Oleh: Habib Naufal Bin Muhammad Alaydrus
 

Kamis, 11 Desember 2014

Nikmat Lima Puluh Ribu Dirham

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya 'Ulumiddin menceritakan:
Ada seorang lelaki yang mengeluhkan kemiskinan dan kesusahannya kepada seorang yang sholeh. Orang sholeh ini kemudian berkata kepadanya:
"Maukah kau menukar kedua matamu dengan sepuluh ribu dirham?"
"Tidak", jawabnya..

"Bagaimana jika kau diberi sepuluh ribu dirham tetapi menjadi bisu?"
"Wah, tentu saja tidak mau..."
sahut lelaki itu,

Orang sholeh itu bertanya lagi, "Maukah kau menukar kedua tangan dan kakimu dengan dua puluh ribu dirham?"
"Tidak, tidak..."
kata lelaki tadi,

"Maukah kau menjadi gila, tetapi kemudian diberi sepuluh ribu dirham?"
"Wah, tidak...tidak..."


"Apakah kau tidak malu, mengeluhkan Allah padahal dia telah memberimu anggota tubuh seharga lima puluh ribu dirham?" ujar orang sholeh tersebut.

Demikianlah kebanyakan sifat kita para manusia, saat memperoleh limpahan nikmat, kita lupa dan tidak menyebut-nyebutnya. Akan tetapi, saat ujian dan hal-hal yang tak menyenangkan tiba, lisan kita pun segera mengeluh tanpa henti.

Kita mengeluh saat kepala kita pusing, tetapi kita tidak bersyukur ketika kepala kita sehat. Seolah-olah kalo kepala kita sehat itu hal yang wajar dan menjadi hak kita. Kalau sakit itu menjadi musibah buat kita.
Kita lupa bahwa kenikmatan maupun kesusahan itu semua adalah pemberian dari Allah.

Mari bersama-sama kita belajar selalu bersyukur...


Dipetik dari buku: 
SYUKUR
Bahagia Tanpa Henti
Karangan Habib Naufal Bin Muhammad Alaydrus

Kamis, 04 Desember 2014

Apakah Kita Sudah Syukur?

Kita manusia seringkali bisa bersyukur pada saat mendapatkan nikmat. Tapi juga masih ada diantara kita yang belum bisa bersyukur saat mendapatkan nikmat. Kapankah kita mendapatkan nikmat?

Ketika kita menerima gaji bulanan, ketika mendapatkan bonus dari perusahaan atau dari bos kita, ketika mendapatkan kiriman dari saudara kita yang merantau, ketika dagangan kita laris manis, ketika kita mendapatkan order banyak dari pelanggan, dan ketika-ketika yang lain yang diluar kebiasaan atau yang jumlahnya banyak yang kejadiannya hanya jarang-jarang atau ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita butuhkan...semua itu kita rasakan sebagai nikmat dan kebanyakan orang mampu untuk mensyukurinya.

Hal-hal sebagaimana dicontohkan diatas itulah yang biasanya kita anggap sebuah nikmat, sehingga kita kemudian bersyukur dan berkata telah mendapat nikmat dari Allah.

Padahal hal-hal yang kita anggap besar seperti diatas sesungguhnya hanyalah nikmat-nikmat kecil yang diberikan Allah, ada nikmat yang jauh lebih besar dari semua itu. Namun kita seringkali meremehkan karena nikmat-nikmat itu tidak terlihat, bahkan seringkali kita menganggap nikmat itu sebagai hal yang biasa-biasa saja, bukan sesuatu yang berharga dan luar biasa.

Sebaliknya ketika kita mendapat bencana, musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan sedikit saja, kita akan langsung merasa sedih, resah, gelisah dan berkeluh kesah.

Ada sebuah nasehat dari Syeikh 'Abdul Qodir Al-Jilani r.a. :
"Jangan keluhkan apapun yang terjadi pada dirimu kepada seorangpun, dan jangan sekali-kali menyalahkan Allah 'Azza wa Jalla atas apa yang Ia perbuat terhadapmu. Akan tetapi, bersyukurlah kepadaNya. Sebab, seseorang yang memperoleh musibah kemudian bersyukur karena merasa yakin bahwa dibalik musibah itu terdapat nikmat yang tersembunyi adalah jauh lebih baik daripada seseorang yang bersyukur tetapi tidak menyadari bahwa dirinya memperoleh banyak nikmat. Berapa nikmat yang engkau peroleh tidak engkau sadari?

Coba kita renungkan bersama nikmat apa saja yang kita terima dari Allah yang kita sering lupa bersyukur atasnya!

- setiap hirupan nafas kita
- keindahan yang bisa kita lihat dengan mata kita
- merdunya suara yang kita dengar dengan telinga kita
- segarnya udara pagi yang kita hirup dengan hidung kita
- lembutnya kulit anak kita yang kita sentuh dengan tangan kita
- hangatnya teh yang masuk ke mulut kita
- setiap ayunan langkah kita 
- dan masih banyak lagi

Renungkan dan bayangkan semua nikmatnya, dan kemudian bayangkan ketika nikmat itu hilang atau terganggu sedikit saja. 
- saat hidung kita tersumbat karena flu
- saat mata kita kemasukan debu
- saat telinga kita kemasukan air waktu mandi
- saat kaki kita keseleo, dst

Selasa, 07 Januari 2014

Membunuh Karena Allah

Sayyidina Ali bin Abu Thalib pernah suatu ketika sedang perang sama Yahudi, berduel dengan seorang Yahudi, akhirnya si Yahudi terdesak sampai pedangnya terlempar dan jatuh tersungkur. Sayyidina Ali langsung mengayunkan pedangnya siap untuk menebas leher si Yahudi. 

Orang Yahudi mikir karena sudah mau mati, apa kira2 yg ingin dilakukannya...
Dia ingin menghina sehina-hinanya orang muslim. Dan pada saat itu dia hanya bisa meludah, maka dia meludahi Sayyidina Ali yang siap menebas lehernya.
Seketika ayunan pedang sayyidina Ali berhenti, dan dia meninggalkan si Yahudi.

Orang Yahudi itu heran dan bertanya kepada Ali, kenapa engkau tidak jadi membunuhku?
Sayyidina Ali menjawab, tadinya aku memerangi kamu karena Allah, tetapi begitu kau meludahi aku, aku takut membunuhmu bukan karena Allah tetapi karena nafsu akibat dari ingin membalas atau marah karena kau ludahi. Karena dalam Islam diajarkan ketika berperang kamu hanya boleh membunuh karena Allah, tidak boleh karena hawa nafsu.

Saat itu juga Yahudi itu membaca syahadat dan masuk Islam.


Minggu, 15 Desember 2013

Doa Syukur


Ya Allah...terima kasih atas limpahan rahmatMu,
terima kasih atas iman yang Engkau tanamkan dalam diri kami,
terima kasih telah Engkau jadikan Islam sebagai agama kami,
terima kasih telah Engkau jadikan kami sebagai umatnya Nabi dan Rasul Muhammad SAW

Ya Allah...terima kasih atas semua kenikmatan dan kesehatan yang telah engkau limpahkan kepada kami...
nikmatnya hirupan setiap nafas kami,
nikmatnya mata kami yang masih bisa melihat dengan jelas,
nikmatnya telinga kami yang masih bisa mendengar dengan baik,
nikmatnya mulut kami yang masih bisa berbicara dengan jelas,
nikmatnya lidah kami yang masih bisa merasakan lezatnya sarapan di pagi hari,
nikmatnya kaki dan tangan kami yang masih lengkap dan sehat,
nikmatnya akal kami yang masih bisa membedakan baik dan buruk,
nikmatnya hati kami yang masih bisa merasa senang dan bahagia,

Ya Allah...
terima kasih atas kebersamaan keluarga kami, bisa hidup bersama istri dan anak-anak kami,
terima kasih atas tempat tinggal untuk keluarga kami,
terima kasih atas rezeki yang Engkau limpahkan untuk menafkahi keluarga kami,

Terima kasih ya Allah...

Doa untuk Keluarga

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan keluarga kami, ampuni dosa-dosa istri dan anak keturunan kami...
Ya Allah, limpahkan rahmat dan berkahMu untuk keluarga kami, berikan cahaya pada keluarga kami,
jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah, keluarga yang Engkau ridhai...
Ya Allah, berikan keluarga kami kemudahan dan kesabaran, mudahkan segala urusan kami, kabulkan segala hajat-hajat kami yang baik untuk kami dan Engkau ridhai,

Ya Allah, limpahkan rezeki yang banyak dan barokah dari segala arah tanpa susah payah untuk keluarga kami...Jadikan kami orang-orang yang selalu bersyukur atas nikmat-nikmatMu ya Allah...

Ya Allah, istiqomahkan iman dan islam kami, istiqomahkan ibadah kami, sholat kami, puasa kami, shodaqoh kami, baca AlQur'an kami, dhuha kami, sholat malam kami, dan amal-amal sholeh lainnya...

Ya Allah, jauhkan keluarga kami dari godaan syaitan, jin dan manusia...jauhkan keluarga kami dari hal-hal yang Engkau benci...

Ya Allah, berkahilah rumah kami, jadikan rumah kami aman, tentram, tenang dan sejuk untuk ditinggali...

Ya Allah, jadikan istri kami istri yang sholehah...jadikan anak keturunan kami anak-anak yang sholeh/sholehah, taat kepada orangtua, bermanfaat bagi agama dan sesamanya di dunia dan akhirat,
limpahkan dan mudahkan rezekinya, berikan jodoh yang sholeh/sholehah untuk mereka...

Ya Allah...kumpulkan kami semua kelak di SurgaMu ya Allah...

Aamiin..
Aamiin..
Ya Allah...aamiin...

Sabtu, 14 Desember 2013

Doa untuk Orangtua

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orangtua kami dan para orang tua kami (mertua, paman, bibi, pakdhe, budhe, kakek, nenek, buyut, dst),
pajangkan umur mereka, selalu sehat wal afiat, jadikan sisa umur mereka, umur yang barokah, istiqomahkan iman dan islam mereka, ibadah mereka dan wafat dalam khusnul khotimah...
Ya Allah limpahkan rahmatmu untuk mereka ya Allah, mudahkan semua urusan mereka, kabulkan semua hajat mereka, limpahkan rizki yang banyak dan barokah, dan lapangkan hati mereka...
Ya Allah izinkan mereka pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, sebelum mereka tutup usia...
Ya Allah balaslah semua kebaikan mereka kepada kami, dengan sebaik-baiknya balasan darimu ya Allah...
Ya Allah kumpulkan kami bersama mereka kelak di SurgaMu ya Allah...

Aamiin...
Aamiin...
ya Allah, Aamiin..





Minggu, 08 Desember 2013

Doa Bebas Hutang

Suatu hari di pagi hari Rasulullah berjalan menuju masjid beliau. Di sudut masjid ada seorang shohabat yang sedang duduk tafakur dan tampak sedang sedih. Rasulullah mendekat pada shohabat itu, ternyata adalah Abu Umamah dan Rasulullah bertanya kenapa engkau bersedih Abu Umamah?
Abu Umamah itu menjawab: aku sedang ditimpa duka cita karena hutang ya Rasulullah. Hutang sudah lama, janji sudah dekat tetapi harta buat bayar belum ada...

Kemudian Rasulullah berkata: Maukah kau kuajarkan doa apa bila dibaca pagi hari dan petang, insya Allah hutangmu akan terbayar?
Abu Umamah pun menjawab: Tentu ya rasulallah...apa doa itu:



"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kesusahan dan duka cita, 
dan aku berlindung dari lemah dan malas, 
dan aku berlindung dari pengecut/penakut dan bakhil,
dan aku berlindung dari pengaruh berutang dan dari pengaruh orang lain atas diriku"





Jumat, 06 Desember 2013

Burung Beo Berdzikir

Ada sebuah kisah seorang ulama yang mempunyai seekor burung Beo. Burung Beo ini sangat cerdas, bisa ngomong. Diceritakan pada saat membelinya, ada dua rantai di kakinya, kanan dan kiri. Ada seorang calon pembeli nanya ke penjual, kenapa ada rantai di kaki burung ini. Sang penjual menjawab, kalo kamu tarik rantai yang kanan, burung beo ini akan ngomong yang baik-baik, bahkan bisa berdzikir...subhannallah, laa ilaaha illallah, dst...

Kalo kamu tarik yang kiri burung ini akan ngomong yang jelek-jelek.
Si calon pembeli nanya lagi, lha kalo ditarik kedua-duanya dia bisa ngomong apa?
Belum sempat sang penjual menjawab, si burung ngomong..."ya jatuh"...

Sang ulama tertarik dengan burung ini, lalu dibeli dan dibawanya ke rumah. Dia pelihara dengan baik burung beo ini. Dikasih makan dengan baik...karena ikut ulama, burung ini ngomongnya jadi berdzikir terus..tiap hari ngomong yang baik-baik dan berdzikir...
sehingga sang ulama sangat sayang pada burung beo ini.

Suatu hari ketika ulama ini melewati dekat kandang burung beonya, dia melihat beo itu diterkam oleh seekor kucing. Burung itu tidak bisa ngomong, tidak bisa bersuara...hanya terdengar bunyi kkekkekk...dan akhirnya mati. 

Selepas kejadian itu, Sang ulama sangat sedih....
Kenapa sang ulama sedih? apa karena kehilangan burung beo kesayangannya?
Tidak...

Beliau sedih karena khawatir nanti ketika saatnya tiba, sang malaikat maut menerkam dan ia tidak bisa bersuara seperti burung beonya...burung beo itu kesehariannya ngomong yang baik-baik dan berdzikir, tapi ketika diterkam kucing ia tidak bisa bersuara apa-apa sampai mati...

Seperti halnya kita manusia, meski setiap hari kita sudah berdzikir...belum tentu nanti saat ajal menjemput, kita bisa mengucap dzikir...mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah...

Seringkali kita ini baru beramal sholeh sedikit sudah berbangga dengan amal kita...baru berdzikir sedikit, sudah bangga dengan dzikir kita...

Bagaimana sholat kita?...4 rakaat dua menit selesai...habis sholat langsung ngacir...tanpa dzikir atau doa...
Merokok satu batang saja bisa sampai 5 menit...

Mari kita renungkan kembali...kita belajar dari kejadian si beo yang malang tadi...
Terus berdzikir dan perbanyak dzikir, dan berdoa memohon kepada Allah agar kita mendapatkan akhir yang khusnul khatimah...
Aamiin..

Senin, 02 Desember 2013

Tingkatan Thoharoh

Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa: "Sungguh Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat dan membersihkan (mensucikan) diri". Jadi thoharoh atau bersuci atau mensucikan diri adalah jalan untuk mendapatkan mahabatullah (cintanya Allah).

Di dalam hadits Muslim juga disebutkan bahwa "Bersuci atau mensucikan diri itu separuh dari keimanan".
Lalu bersuci seperti apa yang dimaksudkan disini?

Imam Ghozali membagi thoharoh dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjadi 4 tingkatan:
1. Thoharoh dari hadats dan najis atau kotoran-kotoran

Tingkatan yang pertama adalah mensucikan badan kita dari hadats dan najis. Kalo ada najis dan kotoran-kotoran di tubuh kita, kita bersihkan dan kita sucikan. Kalo kita menanggung hadats kecil, kita sucikan dengan berwudhu dan untuk hadats besar kita sucikan dengan mandi wajib.

Imam Syafi'i mengatakan: 
"Orang kalo tubuhnya segar, harum maka akalnya akan bertambah (menaikkan kemampuan berpikir)"
Jadi kalo kita sedang galau atau pikiran sedang sumpek, buntu...cobalah untuk mandi...

Saking pentingnya bersuci ini, bahkan di zaman dahulu orang kalo mau berthoriqoh syaratnya harus suci terus. Kalo hadats kecil harus langsung berwudhu, kalo hadats besar juga harus langsung mandi. 
Termasuk mau tidur juga disunnahkan wudhu.
Pada saat kita tidur, ruh kita ini jalan-jalan. Kalo kita tidur dalam keadaan suci, nantinya ruh kita akan jalan-jalan ke tempat yang baik dan berkumpul dengan ruhnya orang-orang sholeh. 
Tapi kalo kita tidur tidak dalam keadaan suci, ruh kita akan jalan ke tempat-tempat yang kotor, tempat yang tidak baik, akhirnya juga mimpinya tidak jelas, tidak baik bahkan serem. Bangunnya pun sering kebablasan...

2. Thoharoh / Mensucikan 7 anggota tubuh dari semua bentuk dosa dan kejahatan
Mata, telinga, hidung, mulut, tangan, kaki dan kemaluan. Dalam thoharoh tingkat kedua, kita harus menjaga semua anggota tubuh kita dari perbuatan dosa. Kita jaga mata dari memandang yang haram, menjaga mulut dari perkataan yang tidak baik, dan seterusnya.
Hal ini memang tidak mudah, tetapi jika sudah lulus pada thoharoh tingkat pertama, akan lebih mudah untuk mengamalkan tingkatan thoharoh yang kedua.

Seorang ulama mengatakan:
"Untuk menjaga agar tidak maksiat hendaknya selalu memegang wudhu"
Jadi dengan selalu memelihara diri kita dalam keadaan suci, berwudhu...kita tidak mudah untuk berbuat maksiat. Malaikat akan menjaga kita dari perbuatan-perbuatan maksiat. 
Maka jika kita bisa memelihara thoharoh atau bersuci tingkatan yang pertama ini, akan mengantarkan kita pada thoharoh pada tingkatan yang kedua.

3. Tingkatan thoharoh yang ketiga adalah mensucikan hati dari akhlak-akhlak tercela dan sifat-sifat yang dibenci Allah, antara lain: sombong, riya', iri, dengki, dendam, dll.
Biasanya ini adalah thoharoh pada tingkatan para ulama. Kita orang awam tentu sangat sulit membebaskan hati dari rasa-rasa tersebut.

4. Thoharoh yang keempat adalah membersihkan bagian yang terdalam dari hati dari segala sesuatu selain Allah. Hatinya Hanya untuk Allah.
Ini adalah Thoharoh para Nabi dan Wali Allah.

Kita sebagai orang awam mendawamkan thoharoh pada tingkat pertama tentu sudah cukup berat. Banyak sekali halangan yang harus kita hadapi. Tetapi harus selalu kita upayakan untuk menuju thoharoh pada tingkatan selanjutnya.

Semoga Allah memberikan kemudahan...Aamiin.

Minggu, 16 Desember 2012

Tayammum

Tayammum maksudnya adalah mengusap muka dan kedua tangan menggunakan debu menurut aturan yang sudah ditetapkan, sebagai pengganti wudhu atau mandi pada saat ada 'udzur. Debu yang digunakan harus suci, kering dan lembut (jawa:mawur).

Sebagian dari hikmah tayammum adalah menunjukkan bakti kita kepada Allah Ta'ala. Meskipun kita diperintah untuk mengusapkan debu ke badan, tetap kita lakukan. Padahal debu adalah barang yang paling rendah, diinjak-injak kami manusia dan hewan. Jika sudah mengetahui hal ini, tentu bisa menghilangkan riya' dan sombong, dan hikmah-hikmah lain masih banyak lagi.

Sebab-sebab boleh melakukan tayammum:
  1. Tidak ada atau tidak menemukan air, misalnya di gurun pasir
  2. Takut menggunakan air sebab sakit dan jika terkena air sakitnya bisa bertambah parah
  3. Ada air tetapi pada saat itu ada hewan yang haus dan membutuhkan air itu, sedangkan airnya hanya cukup untuk minum hewan tersebut